Connect with us

Berita

Anggota Komisi II DPR Meminta Tenaga Kerja Honorer K2 Mencari Pekerjaan Lain

JARRAK.ID

Published

on

Cornelis Anggota DPR RI Komisi II

Jakarta, JARRAK.COM — Anggota Komisi II DPR RI Cornelis menyarankan tenaga kerja honorer K2 dalam rapat dengar pendapat (RDP) komisi II bersama ADKASI untuk mencari pekerjaan lainnya.

Para honorer K2 diminta tidak berharap banyak dengan revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) karena selama ini pengalamannya selama 16 tahun hanya berupa PHP (pemberi harapan palsu).

“Saya nih ya bekas gubernur. Saya sudah masuk dua periode jadi anggota DPR. Sudah 16 tahun urus honorer K2, tetapi enggak selesai-selesai juga. Kenapa? Karena semua PHP,” kata Cornelis saat rapat dengar pendapat umum Komisi II DPR RI dengan ADKASI (Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia), PHK2I (Perkumpulan Honorer K2 Indonesia), dan beberapa forum non-K2 di gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/1).

Corneis menyatakan, sulitnya tenaga kerja honorer K2 diangkat PNS karena SK pengangkatan sebagai tenaga honorer bukan dari kepala daerah, kebanyakan hanya dari kepala sekolah, kepala Satker, pimpinan proyek, dan lainnya.

“Kalau masih kuat, mendingan cari kerja lain. Saya sudah berjuang habis-habisan tapi semua PHP,” ujar ujar mantan gubernur Kalimantan Barat ini.

Dia menyebutkan penyebab kenapa revisi UU ASN molor terus karena, kuncinya political will pemerintah. Pemerintah merasa terbebani soal anggaran, jika honorer K2 diangkat semua, maka gaji akan menjadi beban negara.

Meski begitu, Cornelis masih berharap ada secercah harapan baru di periode 2019-2024. Semoga pemerintah mau membahas revisi UU ASN.

Bahkan, lanjutnya, lebih bagus lagi kalau revisi UU ASN merupakan inisiatif pemerintah.

“Kalau pemerintah yang ajukan kami akan siap membahasnya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Bila revisinya hanya inisiatif DPR tanpa dukungan pemerintah, sampai kapanpun tidak akan pernah gol dan hanya jadi PHP,” tandas politikus dari PDIP itu. (Gebe’es)

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer