Connect with us

Berita

ANGGOTA DPR RI ZULFIKAR HAMONANGAN: “RUU HIP HARUS DIHENTIKAN, PANCASILA SUDAH FINAL!”

JARRAK.ID

Published

on

Foto Ist: Bang Zul sosialisasi Empat Pilar

TANGERANG-JARRAK.ID – Anggota Komisi VII DPR RI Zulfikar Hamonangan, SH, menegaskan, Pancasila yang merupakan landasan filosofis bernegara dan juga dasar negara sudah merupakan hak milik 265 juta rakyat Indonesia. Ideologi Pancasila itu merupakan perekat semua elemen bangsa, pemersatu dari suku, agama dari sabang sampai merauke dalam bingkai keindonesiaan.

Bagi bang Zul, demikian biasa disapa akrabnya, Pancasila tidak boleh ada penggugatan oleh pihak manapun juga, apalagi coba dikristalisasi eksistensinya menjadi trisila dan ekasila.

“Pancasila itu sudah final sejak 18 Agustus 1945 dan dijadikan landasan ideal dan yuridis formal Indonesia sebagai sebuah bangsa hingga kini” ujar Bang Zul VII saat mengadakan sosialisasi empat pilar dihadapan warga perumahan Komplek Sekretarit Negara, Kota Tangerang, Sabtu (4/7/2020) seperti dilansir dari REPORTINDONESIA.–

Seperti diketahui belakangan ini publik gaduh karena munculnya draf RUU HIP (Haluan Ideologi Negara) yang ditenggarai ingin memeras kedudukan Pancasila menjadi trisila dan ekasila dengan memasukan nilai-nilai sekuler yang bernuansa faham komunisme marxisme dan leninisme.

“Kita tidak mau negara yang sudah tentram damai dirusak tatanan masyarakatnya dengan pembahasan RUU HIP, apalagi merujuk pada keinginan memeras pancasila menjadi trisila dan ekasila serta mencabut konsideran TAP MPRS/XXV/1966 tentang larangan PKI dan ajaran komunisme. Hal ini sangat berbahaya mengingat paham komunisme dua kali kudeta terhadap negara,” ujar Bang Zul yang juga Kepala Badan BPJK Partai Demokrat ini.

Politisi Demokrat ini berpendapat bahwa Pancasila dan tiga pilar lainnya merupakan rujukan yang tidak bisa dipisahkan satu denganlainnya. “Pancasila dan tiga pilar lainnya UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, merupakan rujukan yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Empat pilar itu sebagai landasan utama berbangsa dan bernegara dalam rangka menciptakan kemakmuran, keadilan, kejayaan rakyat dan bangsa Indonesia” tandasnya.

Menurutnya, sejak RUU HIP bergulir hanya Partai Demokrat yang sejak awal menegaskan menolak RUU HIP diteruskan karena membawa suhu politik dalam negeri panas dan memiliki konsekwensi perpecahan dan disintegrasi bangsa.

“Kita tidak ingin Indonesia terpecah belah seperti runtuhnya Uni Sovyet dan Yugoslavia, serta perpecahan di Yaman, Suriah, Irak dan negara lain. Alhamdulillah faunding father sudah meletakan falsafah hidup, falsafah dasar, dan juga alat pemersatunya yaitu Pancasila yang menjadi penguat dan penopangnya” ungkap bang Zul.

Kata dia, Partai Demokrat melalui Fraksi Demokrat berjuang sekaligus mendesak agar fraksi parpol pengusul di DPR dan pemeirntah menggagalkan niarnya itu. “Saat ini kami Partai Demokrat sedang berjuang dan mendesak agar fraksi parpol pengusul di DPR dan Pemerintah tidak melanjutkan lagi pembahasan RUU HIP dari prolegnas DPR RI 2020,” pungkas Bang Zul.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer