Connect with us

Mancanegara

Anggap Dewan HAM PBB Munafik, AS Putuskan Keluar

JARRAK.ID

Published

on

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley (Doc. Net)

NEW YORK – JARRAK.ID – Kabar mengejutkan datang dari Amerika Serikat. Negara superior yang menjadi salah satu anggota Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini menyatakan keluar dari keanggotaan Dewan Hak Asasi Manusia. Amerika memutuskan keluar karena menganggap Dewan HAM PBB munafik.

“Kami mengambil langkah ini karena komitmen kami tidak mengizinkan kami tetap menjadi bagian dari organisasi munafik dan egois yang melecehkan hak asasi manusia,” ujar Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley.

Keputusan Amerika ini menurut Haley, diambil setelah upaya AS untuk mereformasi tubuh Dewan HAM PBB tak kunjung berhasil. AS sebenarnya mewacanakan akan mengeluarkan negara anggota Dewan HAM PBB yang melakukan pelanggaran HAM.

“Reformasi ini diperlukan untuk membuat dewan itu menjadi badan advokasi HAM yang serius,” tutur Haley.

Haley menyatakan bahwa selama  ini Dewan HAM PBB hanya menjadi pelindung bagi pelanggar  HAM.”Sejak lama, Dewan HAM menjadi pelindung pelanggar HAM, dan menjadi tangki septik bias politik. Sayangnya, sekarang terlihat bahwa desakan kami untuk reformasi tak digubris,” terang Haley.

Sejak Dibentuk pada tahun 2006, Dewan HAM PBB memang kerap dianggap tidak pernah berpihak pada kepentingan AS. Dewan HAM PBB selama inidirasa kerap mengeluarkan keputusan dan laporan yang berbenturan dengan prioritas AS.

Selain itu, Haley menyinggung bahwa selama ini Dewan HAM PBB sangat menaruh perhatian pada sikap Israel terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Tetapi lanjut Haley, Dewan HAM PBB sangat jarang menaruh perhatian terhadap berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh seteru AS seperti Kuba dan Venezuela.

Baca Juga:  Akibat Cuaca Panas Ekstrem Landa Australia, Ban Meleleh Hingga Kaca Retak

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer