Connect with us

Daerah

Aneh, Pemprov DKI Jakarta Akan Pasang Kembali Pohon Imitasi

JARRAK.ID

Published

on

Pohon imitasi yang dipasangan di Balai Kota DKI Jakarta (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memasang kembali pohon imitasi berbahan plastik yang telah dicabut Pada Rabu, (30/05/2018).

Namun dalam pemasangan selanjutnya, Pemprov akan menyesuaikan ulang tempat yang layak diberi pohon imitasi tersebut, agar tidak mengganggu pejalan kaki sebagaimana dikeluhkan publik.

Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Yuli Hartono menginginkan 63 pohon imitasi ditanam kembali sebelum gelaran Asian Games 2018 pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

“Saya tunggu warga, mau pasang, saya pasang. Sebelum Asian Games-lah, sebelum Idul Fitri kalau bisa saya maunya,” kata dia, saat ditemui di Kantor Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Jakarta, Senin, (04/06/2018).

Yuli beralasan alasan pemasangan pohon imitasi kembali karena banyak warga ibu kota yang protes, karena pohon tersebut dapat mempercantik Jakarta.

Dia berdalih hanya dua dari 63 pohon imitasi yang sebenarnya mengganggu pejalan kaki. Namun perdebatan semakin liar karema telanjur viral di media sosial.

Oleh karena itu, Yuli menyebut pihaknya telah belajar dari pengalaman. Nantinya, Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Dinas Bina Marga agar penempatan pohon imitasi itu tak memicu perdebatan kembali.

“Nanti penempatan tidak berjejer di trotoar, tidak di tempat yang dilalui pejalan kaki. Mungkin juga di taman-taman,” jelasnya.

Sebelumnya media sosial diramaikan dengan perdebatan soal pohon imitasi yang ditanam Pemprov DKI Jakarta di trotoar Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka.

Netizen mengeluhkan pohon imitasi itu menghalangi pejalan kaki yang menggunakan haknya di trotoar. Namun perdebatan merembet hingga ke bahasan anggaran.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer