Andi Arief: Pelaku Perusakan Bendera Demokrat Mengaku dapat Perintah PDIP

2 min read

JAKARTA – JARRAK.ID – Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan bahwa pelaku perusakan bendera dan baliho Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau mengaku mendapatkan order dari PDI Perjuangan.

“Keterangan pelaku perusakan yang ditangkap DPC Demokrat malam tadi menyebut dia disuruh Pengurus PDIP,” kata Andi Arief di akun Twitter-nya seperti dilansir detikcom, Sabtu, (15/12/2018).

Menurut Andi, mereka total berjumlah 35 orang yang dibagi ke dalam 5 kelompok. Mereka sengaja diperintahkan untuk merusak bendera, baliho dan spanduk Partai Demokrat.

“Satu regu 7 orang. Mereka dibayar Rp 150 ribu per orang. Yang menyedihkan, pemberi order dari partai berkuasa,” ujarnya.

Namun Andi tidak ingin gegabah dalam mempercayai informasi yang disampaikan pelaku. Andi meminta polisi mengusut tuntas kasus perusakan tersebut. Pasalnya hal itu sangat mengecewakan bagi Partai Demokrat.

“Info awal itu terlalu gegabah jika dipercaya begitu saja. Selama ini hubungan kami baik. Tugas polisi menyimpulkannya. Tidak ada alasan, pelakunya ada. Beda dengan kasus lain,” kata Andi.

“Partai Demokrat tak akan meladeni provokasi murahan dengan merusak atribut. Kami yakin polisi akan profesional dalam menangani, adil itu diungkap sampai jelas,” imbuhnya.

Andi kemudian menyinggung pemasangan atribut parpol pada zaman Orde Baru. Dia mengatakan, di masa kepemimpinan Soeharto, atribut parpol, seperti PDIP dan PPP, selalu diberi ruang.

“Zaman Orde Baru, atribut PPP dan PDI tetap diberi kesempatan tampil. Tidak dirusak massal. Cara Orde Baru atau Golkar waktu itu membuat atribut di tempat yang sama dengan lebih besar dan menutupi atribut PPP dan PDI. Itu cara orang politik. Bukan dengan merusak,” tutur Andi Arief.

Perusakan baliho dan spanduk SBY serta bendera Partai Demokrat terjadi pada dini hari tadi. SBY, yang pagi ini mengecek langsung ke lokasi, mengaku sedih dan kecewa atas perusakan itu.

Atas peristiwa itu, polisi telah mengamankan pemuda bernama Heryd Swanto (22), terduga pelaku perusakan baliho selamat datang SBY, spanduk, hingga bendera Partai Demokrat (PD), di Pekanbaru, Riau. Heryd hingga kini masih diperiksa secara intensif terkait motifnya.