Connect with us

Politik

Anak Jaksa Agung Jadi Kejari Jakarta Barat, Nepotisme?

JARRAK.ID

Published

on

Gedung Kejaksaan Agung (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah ada nepotisme dalam promosi Bayu Adhinugroho Arianto sebagai Kepala Kejari Jakarta Barat. Bayu merupakan putra dari Jaksa Agung, HM Prasetyo.

Sebelumnya Bayu menduduki jabatan sebagai Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali. Surat promosi Bayu resmi diteken pada tanggal 6 Maret 2019.

“Prinsipnya, mutasi Kejaksaan adalah suatu hal biasa. Hal ini dalam rangka untuk penyegaran,¬†tour of duty. Promosi dan mutasi betul-betul secara objektif ditentukan oleh tingkat prestasinya, integritasnya, dan loyalitasnya,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Mukri kepada wartawan di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu, (13/03/2019).

Menurut Mukri, promosi terhadap Bayu tolak ukurnya adalah kinerja, bukan karena anak Jaksa Agung.

Tapi tak hanya itu, Mukri menyebut kinerja optimal Bayu dalam penanganan buron Kajati Lampung yang ditangkap di Bali.

“Sehingga apakah yang bersangkutan layak atau tidak, Pak Jaksa Agung ini tidak mengenal tapi siapa yang berprestasi, siapa yang punya integritas bagus, itu dipromosikan,” tuturnya.

Mukri menjelaskan prosedur mutasi/promosi di Korps Adhyaksa. Keputusan diambil dalam rapat pimpinan yang dihadiri Jaksa Agung bersama para jaksa agung muda, di antaranya Jampidum, Jampidsus, Jamintel, dan Jamwas. Segala hal berkaitan dengan personel yang akan dimutasi atau mendapat promosi dibahas dalam rapim dari sisi kepangkatan, kinerja, prestasi, serta integritas.

“Kalau ada anggapan bahwa itu ada unsur nepotisme, ada unsur yang bersifat subjektif, itu menurut saya tidak. Kalau mau kita lihat catatan-catatan prestasinya, ya seperti itu. Jadi perlu dicermati,” imbuh Mukri.

Baca Juga:  Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu, Prasetyo Sebut Bukan Hanya Tugas Kejagung

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer