Connect with us

Politik

Amien Rais Sebut Prabowo Memuaskan di Debat Pilpres Pamungkas, Jokowi Gagap

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais mengaku sangat puas dengan penampilan Prabowo Subianto di debat Pilpres terakhir.

Selain itu, Amien mengatakan bahwa justru Joko Widodo yang kelihatan gagap dalam perdebatan pamungkas.

“Tadi malam saya tidur nyenyak dan puas sekali. Pak Prabowo betul-betul tampak ahli. Pidatonya nggak dihafal, lancar. Yang satunya agak gagap,” kata Amien di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, (31/03/2019).

Dalam debat terakhir, Prabowo menyoroti masalah pertahanan Indonesia yang diklaimnya sangat lemah. Prabowo juga menyebut anggaran pertahanan Indonesia sangat kecil.

“Di bidang pertahanan keamanan, kita terlalu lemah. Anggaran kita terlalu kecil. Ini akan kita perbaiki,” ujar Prabowo di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, (30/03/2019).

Sindiran tersebut ditanggapi Jokowi, awalnya dia membicarakan soal prioritas pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika itu tercapai, menurut Jokowi, anggaran yang diberikan kepada TNI akan lebih besar.

“Memang kita sekarang ini baru memberikan prioritas pada pembangunan infrastruktur. Pada suatu saat, apabila pertumbuhan ekonomi kita semakin baik, kita akan bisa memberikan anggaran yang lebih baik pada TNI kita,” kata Jokowi saat debat.

Jokowi menyinggung tentang informasi dari intelijen strategis. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Jokowi mengatakan tidak akan ada invasi ke Indonesia dalam 20 tahun ke depan.

“Dari informasi intelijen strategis yang masuk pada saya mengatakan 20 tahun ke depan invasi dari negara lain ke negara kita dapat dikatakan tidak ada,” ujar Jokowi.

Baca Juga:  Soal 'Tampang Boyolali', Prabowo Subianto Sebut Hanya Bercanda

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer