Connect with us

Daerah

Alasan Yudi Latif Mundur dari BPIP

JARRAK.ID

Published

on

Yudi Latif (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latif secara mengejutkan menyatakan mengundurkan diri dari lembaga tersebut.

Yudi juga menyinggung tentang anggaran yang dialokasikan kepada lembaganya untuk melaksanakan berbagai agenda dan program kegiatan.

Menurut Yudi selama tahun 2017, BPIP mendapatkan anggaran sebesar Rp7 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sedangkan untuk tahun 2018 lanjut Yudi, BPIP belum sepesarpun mendapatkan anggaran.

“Praktis, kami hanya punya waktu satu bulan untuk menggunakan anggaran negara. Adapun anggaran untuk tahun 2018, sampai saat ini belum turun,”ujar Yudi Latif dalam siaran persnya, di Jakarta, Jum’at,(08/06/2018).

Meski begitu BPIP tetap menjalankan kinerjanya sebagai badan yang membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, tetap melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Oleh karenanya, Yudi berujar bahwa selama melaksanakan tugasnya BPIP telah banyak dibantu oleh sejumlah kementrian dan masyarakat yang bersedia menyumbang dalam bentuk moril maupun materiil.

“Terima kasih besar pada keswadayaan inisiatif masyarakat dan lembaga pemerintahan. Setiap hari ada saja kegiatan kami di seluruh pelosok tanan air; bahkan seringkali kami tak mengenal waktu libur,”ungkap Yudi.

Yudi tak menyinggung soal polemik gaji BPIP yang belakangan menjadi dipermasalahkan sejumlah pihak. Namun, Yudi tetap menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, bila selama ini lembaga yang dipimpinnya masih banyak kekurangan di sana-sini.

“Saya merasa, perlu ada pemimpin-pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Harus ada daun-daun yang gugur demi memberi kesempatan bagi tunas-tunas baru untuk bangkit,”tandas Yudi.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer