Connect with us

Daerah

Aktivis Segera Laporkan Akun Media Sosial Penghina Demonstran ke Polres Pamekasan

ZAWAIDUL ANAM

Published

on

Postingan Ancor Rassanah Ateh melalui akun Facebook-nya yang diduga bermuatan ujaran kebencian dan pelecehan terhadap aktivis (Doc. Facebook Ancor Rassanah Ateh)

PAMEKASAN – JARRAK.ID – Ketua Umum Forum Aspirasi Rakyat Madura (FARA), Abdur Rahman mengecam postingan Ancor Rassanah Ateh melalui akun Facebook miliknya, soal aksi demonstrasi di Kantor Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur pada Selasa, (20/11/2018).

Postingan itu secara tersirat dianggap ‘melecehkan’  dan merendahkan martabat para demonstran, yang sedang mengkritisi salah satu kebijakan pemerintah setempat.

“Saya kaget melihat postingan yang bersangkutan dengan bahasa kasar menghina para demonstran di Kantor Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Mirisnya ketika ada orang ikut memberikan tanggapan di kolom komentar, yang bersangkutan justru mengeluarkan kalimat ancaman,” kata Rahmad kepada Jarrak.id, Selasa malam, (20/11/2018).

Rahman meminta aparat kepolisian untuk menangkap dan memproses hukum pemilik akun tersebut. Pasalnya kata Rahman, postingan itu dianggap bagian dari ujaran kebencian dan melanggar Undang-Undang ITE.

“Cari aktor intelektualnya. Ingat, gerakan demonstrasi itu dilindungi Undang-Undang No 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum serta ada mekanismenya.”

“Oleh karena itu, saya tantang penegak hukum untuk bersikap netral dan profesional dan tidak terkesan menutup-nutupi persoalan ini,” tegas Rahman.

Rahman berjanji, pihaknya dalam waktu dekat akan melaporkan pemilik akun tersebut kepada Polres Pamekasan. Rahman menilai, postingan tersebut melecehkan dan menghina para aktivis sosial, yang selama ini sering mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat kecil.

“Ini sudah mencemarkan nama baik aktivis yang selama ini lantang bersuara soal kesewenang-wenangan pemerintah. Saya pastikan, dalam waktu dekat kita laporkan kepada pihak kepolisian,” tandas Rahman.

Advertisement

Populer