Connect with us

Politik

Aktivis HAM Kecewa dengan Pidato Jokowi, Ini Alasannya

JARRAK.ID

Published

on

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan DPD-DPR (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengaku kecewa dengan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo.

Pasalnya Kontras melihat, Jokowi seakan tidak peduli dengan penegakan hukum atas sejumlah pelanggaran HAM.

“Berkenaan dengan isu hak asasi manusia, pidato tersebut mengecewakan,” kata koordinator Kontras, Yati Andriarti dihubungi, Jumat, (16/08/2019).

Yati mengatakan Jokowi sama sekali tak menyinggung soal komitmen penuntasan HAM masa lalu. Pidato itu, kata Yati, tidak menjelaskan langkah pemerintah untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang sudah hampir 15 tahun karena Kejaksaan Agung tidak mau memulai penyidikan.

Yati melanjutkan keberhasilan legislasi yang disinggung Jokowi juga tidak menjelaskan kemajuan soal legislasi HAM. Misalnya, pemerintah belum juga meratifikasi konvensi internasional perlindungan dari penghilangan paksa. Padahal perjanjian itu sudah ditandatangani sejak 2010.

“Rencana legislasi UU Anti penyiksan juga mengalami kemandekan, karena belum ditindaklanjuti pemerintah dan DPR,” kata dia.

Pendiri Kantor Hukum dan HAM Lokataru, Haris Azhar menganggap Jokowi gagal menangkap permasalahan sebenarnya di masyarakat. Dia mengatakan pidato Jokowi lebih mirip dosen yang mengajari mahasiwa soal tugas negara dan pemerintah.

“Menyebut-nyebut soal terorisme, hukum, legislasi, lingkungan hidup dan lain-lain, tapi masalahnya apa?” kata Haris.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer