Connect with us

Daerah

Aksi Demo Dituding Usung 2019 Ganti Presiden, HMI Pamekasan Desak DPRD Minta Maaf

ZAWAIDUL ANAM

Published

on

Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Pamekasan, Jawa Timur (Doc. JARRAK)

PAMEKASAN – JARRAK.ID – Aksi demonstrasi ratusan massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berlangsung ricuh. Kericuhan tersebut disebabkan pernyataan salah satu Anggota DPRD Pamekasan yang dinilai bersifat provokatif.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi protes tersebut sempat memanas setelah Rida’I, Anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra, menuding bahwa demonstrasi HMI itu hanya mengusung aksi 2019 ganti presiden.

Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Pamekasan Dapil 4 itu menilai, aksi demonstrasi HMI berkaitan denan konsep yang diinisiasi oleh Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, yakni #2019GantiPresiden.

Tak terima disebut kepanjangan tangan dari aksi #2019GantiPresiden, massa aksi yang berkumpul di depan Gedung DPRD Pamekasan itu kemudian mulai bergerak tidak teratur dan berakhir ricuh.

“Pernyataan itu telah mencidrai marwah HMI, sebagai organisasi independen kami tidak terima bila aksi pada saat ini dikait-kaitkan dan diklaim dengan politik praktis 2019,” ungkap kordinator aksi, Atiqurrahman.

“Sehingga tidak wajar pernyataan tersebut dilontarkan oleh seorang pejabat publik wakil rakyat, meski dia dari partai oposisi perintah Jokowi-Jusuf Kalla. Saat itu juga saya meminta kepada Bapak Rida’i untuk meminta maaf kepada peserta unjuk rasa,” pungkas dia.

Sebelumnya, massa HMI berjumlah ratusan menggeruduk kantor DPRD Pamekasan. Mereka berunjuk rasa meminta Jokowi-JK mundur karena dinilai tidak berhasil menyejahterakan rakyat. Mereka juga menymapikan sejumlah tuntutan.

Baca Juga:  Ada Illegal Fishing di Labuan Bajo, Ini Respon Pemerintah

Berita Populer