Connect with us

Mancanegara

Akibat Cuaca Panas Ekstrem Landa Australia, Ban Meleleh Hingga Kaca Retak

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

QUEENSLAND – JARRAK.ID – Cuaca panas yang ekstrem hingga suhu yang begitu tinggi terjadi di Australia pada minggu-minggu ini. Kejadian ini menimbulkan keresahan sekaligus kerugian bagi masyarakat Australia khususnya bagi penduduk Tablelands. Pasalnya, cuaca panas yang menyengat membuat ban kendaraan sampai meleleh karena aspal jalanan di Australia terdampak panasnya cuaca yang terjadi. Hal ini membuat banyak kendaraan ditinggal pemiliknya di jalanan.

Menurut pemerintah, pihaknya mengklaim kalau kejadian cuaca ekstrem tersebut belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Tableland. Namun terkait kerugian yang diakibatkan oleh cuaca panas yang ekstrem itu agaknya para pemilik kendaraan dapat sedikit tenang. Pasalnya, pemerintah setempat akan memberikan kompensasi kepada kurang lebih 50 warga yang ban kendaraannya meleleh akibat aspal yang ikut panas. Demikian dilansir dari BBC, Jumat, (06/07/2018).

“Saya tidak pernah melihat hal seperti ini. Saat laporan datang ke kami kemarin, ini sangat menakjubkan,” kata Wali Kota Tablelands, Joe Paronella.

Kuat dugaan terjadinya cuaca panas yang ekstrem tersebut akibat dari perubahan iklim. Sebelum terjadinya cuaca panas yang ekstrem tersebut penduduk setempat mengatakan kalau sempat terjadi cuaca yang dingin dan hujan beberapa hari. Bahkan diakatakan penduduk sekitar kalau kaca mobil mereka juga sempat mengalami keretakan.

“Kami sempat mengalami keretakan jendela kaca mobil selama seminggu. Kemudian setelah cauca pas, roda-roda mulai meleleh,” tutur warga lokal Deborah Stacey.

Roda-roda yang meleleh tersebut mengakibatkan kerusakan pada mobil. Panel-panel dan bumper mobil juga rusak akibat cuaca ekstrem tersebut.

Baca Juga:  Parah, Eks Wakil Najib Sebut Gempa Palu Kutukan dari Allah Karena LGBT

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer