Connect with us

Daerah

Akhirnya Eks Wakil Bupati Malang Akui Jadi Makelar Proyek BTS Mojokerto

JARRAK.ID

Published

on

Mantan Wakil Bupati Malang, Ahmad Subhan (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Mantan Wakil Bupati Malang, Jawa Timur, Ahmad Subhan akhirnya mengakui bahwa dirinya jadi makelar dalam kasus korupsi proyek pembangunan 22 tower BTS.

Ahmad Subhan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pengembangan kasus yang juga menyeret Bupati Mojokerto nonaktif, Mustafa Kamal Pasha.

“(Saya sebagai) Makelaran,” jawab Subhan singkat di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, (13/07/2018).

Menurutnya proyek itu berjalan selama 11 tahun. Dia menangani seluruh proses sebagai makelar karena proyek tersebut merupakan satu paket.

“Kurang tahu saya (bermasalah atau tidak proyeknya). Saya cuma sekadar dimintai tolong. Saya mengenalkan kepada dinas, sudah gitu aja,” ucap dia.

Kendati demikian, Subhan mengaku tidak mengetahui tentang adanya pemberian untuk Mustafa dari proyek tersebut. Subhan mengaku terlibat dalam proyek itu karena kebetulan saja.

“Nggak (sering jadi makelar). Kebetulan aja,” tuturnya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Mustofa Kamal Pasa sebagai tersangka penerima suap terkait pengurusan izin prinsip pemanfaatan ruang (IPPR) dan izin mendirikan bangunan (IMB) atas pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015.

Dalam kasus itu, Mustofa selaku Bupati Mojokerto periode 2010-2015 dan 2016-2021 disangka menerima Rp 2,7 miliar dari Ockyanto dan Onggo Wijaya. Mustofa juga dijerat dalam sangkaan gratifikasi terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto bersama-sama Zainal Abidin selaku Kepala Dinas PUPR Pemkab Mojokerto periode 2010-2015, salah satunya proyek pembangunan jalan pada 2015. Nilai gratifikasi yang diterima keduanya Rp 3,7 miliar.

Baca Juga:  Waduh, Dirut PLN Mangkir dari Panggikan KPK

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer