Connect with us

Elektoral

Akankah Jokowi-JK Jilid II Tampil di Pilpres 2019?

JARRAK.ID

Published

on

Illustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Politikis senior Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) jadi pihak terkait dalam gugatan yang diajukan Perindo ke MK terkait syarat pengajuan cawapres. Memang, JK banyak diisukan akan kembali mendapingi Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Melihat hal tersebut, Founder Lingkaran Survei Indoneisa (LSI) Denny JA menjelaskan bahwa ‘manuver’ untuk menjadikan JK sebagai cawapres lagi bakal mengubah peta politik.

Apalagi, kata dia, gugatan uji materi terhadap Pasal 169 huruf n UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ini menjadi punya legal standing.

“Kita lihat ini manuver babak kedua pendukung JK. Babak pertama JK tidak dilibatkan sama sekali sehingga oleh MK digagalkan karena tidak punya legal standing. Nah sekarang kalau JK yang mengajukan itu legal standingnya dipenuhi, tinggal seberapa jauh MK ini bisa memutuskan,” ungkap Denny, Jumat (20/7/2018).

Menurut Denny, keputusan MK akan jadi hal krusial. Pasalnya, keputusan itu tak hanya menentukan konstelasi Pemilu 2019, tapi juga konstitusi Indonesia ke depan.

“Masalahnya sekarang ini apakah sempat atau tidak MK memutuskan sebelum tanggal 10 Agustus yang notabene tinggal 3 minggu dari sekarang. Kalau MK memutuskan setelah 10 Agustus maka ini hanya berlaku untuk pemilu berikutnya,” kata Denny.

Denny menilai, jika MK mengabulkan gugatan tersebut sebelum 10 Agustus, maka peluang Jokowi-JK jilid II terbuka lebar.

“Jadi memang kita lihat dari suasana tujuh hari belakangan ini, Jokowi kesulitan mencari cawapres yang paling mungkin bisa diterima koalisi partai pengusung. Yakni cawapres yang juga memenuhi apa yang kurang dari Jokowi yaitu mengerti soal ekonomi, tapi juga diterima segmen pemilih Islam, juga dari partai besar. Jokowi kesulitan mencari orang yang mewakili semuanya dan orang ini juga harus senior bagi ketua umum partai yang ada, dari semua ini tampaknya JK yang memenuhi kriteria itu,” ujarnya.

Bahkan, kata Denny, jika Jokowi-JK jilid II terwujud, maka konstelasi politik akan berubah di enjury time jelang pendaftaran.

“Sangat mempengaruhi pilihan cawapres Prabowo. Karena ini kan sipil sama sipil dan sangat mungkin Prabowo menggandeng cawapres atau mencari sisi kelemahan Jokowi-JK,” pungkas Denny.

 

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer