Connect with us

Daerah

Ajak Tidak Golput, Aktivis Milenial Deklarasi Perang Lawan Hoax dan Politik SARA

JARRAK.ID

Published

on

Himpunan Aktivis Milenial (HAM) Indonesia saat menggelar Deklarasi dan Orasi bertajuk ‘Milenial Perangi Hoax dan Politisasi SARA’ di Car Free Day (CFD) Solo, Minggu, 10 Februari 2019 (Doc. JARRAK)

SOLO – JARRAK.ID – Ratusan anak muda yang tergabung dalam Himpunan Aktivis Milenial (HAM) Indonesia menggelar Deklarasi dan Orasi bertajuk ‘Milenial Perangi Hoax dan Politisasi SARA’ di Car Free Day (CFD) Solo, Jawa Tengah, Minggu, (10/02/2019).

Mereka juga berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan Pemilu 2019 yang aman, damai dan jujur. Selain itu, mereka juga mengaku akan melawan segala bentuk propaganda, berita fitnah atau hoax yang banyak muncul di media sosial menjelang Pemilu 2019.

Koordinator Nasional (Koornas) Himpunan Aktivis Milenial (HAM) Indonesia, Asep Irama saat memberikan keterangan kepada awak media (Doc. JARRAK)

“Ajakan dan seruan ini sebagai komitmen HAM Indonesia dalam mengajak generasi milenial untuk tidak golput dan memberikan hak pilihnya di Pemilu 2019 mendatang. Ini penting, karena proporsi pemilih milenial di Pemilu 2019 mencapai 34,2% dari sekitar 152 juta pemilih. Angka yang besar ini kalau didistribusikan secara benar maka akan memberikan pengaruh yang besar bagi bangsa Indonesia,” kata Koordinator Nasional (Koornas) HAM Indonesia, Asep Irama kepada Jarrak.id disela-sela kegiatan.

Selain itu, Asep juga menyesalkan masifnya berita hoax dan fitnah kepada figur tertentu yang ditransformasikan melalui media sosial. Polarisasi berita hoax kata Asep berpotensi memecah belah kehidupan masyarakat dan merusak tatanan kehidupan demokrasi Indonesia.

“Insinuasi pada salah satu kandidat sering dilakukan contohnya tuduhan kader Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sering disematkan pada calon tertentu. Padahal, tidak mempunyai data dan fakta yang kuat. Bahkan, bisa dikatakan bahwa tindakan semacam itu adalah upaya mengkritalisasi hoax dalam tindakan praktis. Oleh sebab itu, setiap informasi yang diterima perlu diverifikasi terlebih dahulu keberannya agar mereka tidak terseret dan termakan oleh hoax di media sosial,” tegas alumnus Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta tersebut.

Baca Juga:  Jika Kembali Tak Penuhi Panggilan, Polisi Akan Jemput Habib Bahar bin Smith

Asep juga menyayangkan selama ini masih ada elite politik tertentu yang mengkapitalisasi politik SARA dalam rangka menarik simpati dan dukungan publik. Ia menilai, cara ini tidak beradab dan bisa memicu perpecahan.

“Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 adalah potret paling nyata dimana politik SARA telah membuat masyarakat kita terkotak-kotak dan terbelah-belah. Ini sangat disayangkan. Karena sejatinya kontestasi politik idealnya menjadi instrumen dalam rangka mencari pemimpin terbaik, yang mampu menyatukan, bukan memecah belah,” sesal pemuda kelahiran Pulau Madura tersebut.

Milenial Cerdas

Asep menegaskan, kegiatan ini sengaja dilaksanakan dalam rangka menumbuhkan kesadaran milenial dengan memilih pemimpin yang dapat membawa bangsa ini pada kemajuan selama lima tahun yang akan datang.

“Generasi milenial harus mengautkan tekat dan bersama-sama memerangi berita bohong atau hoax yang begitu banyak tersebar di media sosial. Sebagai generasi milenial wajib hukumnya mendorong kompetisi elektoral yang sportif dan menolak politik SARA,” demikian tandas Asep.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer