Connect with us

Elektoral

AHY Kandidat Cawapres Terkuat

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA- JARRAK.ID- Berdasarkan survei Poltracking, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menjadi kandidat cawapres terkuat. Jika dipasangkan dengan Presiden Jokowi, rata-rata elektabilitas Agus mencapai 13,9 persen. Sementara, jika dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, elektabilitas Agus mencapai 15,85 persen.

Di posisi kedua, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi kadidat cawapres terkuat setelah Agus. Jika dipasangkan dengan Jokowi, rata-rata elektabilitas Anies mencapai 10,37 persen.

Sedangkan jika dipasangkan dengan Prabowo, elektabilitas Anies sebagai cawapres mencapai 15,25 persen.

“Jadi bagi Demokrat menawarkan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) sebagai cawapres, itu kalkulasi yang paling relistis,” kata Hanta lagi.

Saat ditanya ke mana Demokrat akan berkoalisi, Hanta mengatakan, kemungkinan ke poros Jokowi karena incumbent dianggap memiliki peluang menang lebih besar ketimbang Prabowo.

“Mereka (Demokrat) ke Jokowi atau Prabowo? Kalau saya melihat analisis saya prioritas pertama adalah ke Jokowi karena incumbent, kemudian Prabowo, menawarkan AHY sebagai cawapres, itu kalkulasi yang paling relistis,” lanjut dia.

Hal ini juga dibenarkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Roy Suryo. Ia mengatakan, kecil kemungkinan partainya akan membuat poros baru di luar Jokowi dan Prabowo.

Namun saat ditanya kemana Demokrat akan merapat, Roy belum bisa menjawab. “Belum kami tentukan dan masih terus didiskusikan,” papar Roy.

Survei Poltracking dilakukan pada 27 Januari-3 Februari dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Survei menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga:  Menang di Siaran Survei, Deddy Mizwar: Kita Siap Menang dan Siap Kalah

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer