Connect with us

Berita

AHY Berpeluang Besar Masuk dalam Kabinet Jokowi

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA, Jarrak.id |

Jum’at (10/7/2020). Kepentingan politik menjadi hal yang penting dan utama ketika memutuskan untuk mendukung atau berkoalisi oleh kekuatan politik lainnya. Hal itu pun disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing kepada Tim Jarrak.id

Kepentingan politik itu pula yang akan menjadi salah satu faktor utama untuk Partai Demokrat berpindah koalisi kepada kubu 01, yakni pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin atau tetap bertahan di koalisi Prabowo-Sandiaga.

AHY bersama Presiden JOKOWI

“Kepentingan politik adalah menjadi sesuatu yang utama. Kalau demokrat beralih dengan mendukung Jokowi, saya kira bisa saja. Tetapi tidak suatu kepastian. Karena ini persoalan kepentingan,” ujar Emrus kepada Jarrak.id, beberapa waktu yang lalu.

“Apakah kepentingan partai Demokrat dapat terwujud kalau berkoalisi dengan Jokowi. Kalau kepentingannya terwujud ya berkoalisi, tapi kalau tidak terwujud bisa saja mereka tetap di koalisi Prabowo atau tidak kedua-duanya,” paparnya.

Saat ini Emrus belum bisa menilai kemana arah politik Partai Demokrat , namun Emrus memperkirakan adanya kemungkinan yang besar Partai Demokrat beralih koalisi kepada Jokowi-Ma’ruf berdasarkan pertimbangan dinamika politik sekarang ini.

Hal tersebut tersebut tersirat dari kunjungan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beserta keluarga ke Jokowi, hingga ke Ketua Umum Partai PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Nah kalau saya berpendapat dari dinamika sekarang ini, ada kecenderungan besar Demokrat berkoalisi atau mendukung pemerintah Jokowi,” ucap Emrus.

Emrus pun menilai kalau salah satu faktor kepentingan politik yang saat ini ingin diraih oleh Partai Demokrat adalah menjadikan AHY sebagai salah satu menteri di dalam Kabinet Indonesia Kerja jikalau Jokowi kembali menjadi Presiden Republik Indonesia untuk 5 tahun mendatang.

“Kemudian andaikan AHY menjadi salah satu menteri di kabinet Jokowi, peluang bagi AHY untuk running di 2024. Karena jabatan menteri itu kan pengaruhnya secara nasional, kalau dia menjabat di salah satu kementerian dan berhasil, saya kira dia akan mempunyai credit point untuk running menjadi calon presiden atau wakil presiden,” bebernya.

Sumber :

Embrus Sihombing

Direktur Eksekutif Emrus Corner

Editor : IS

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer