Ahok Tolak Bebas Bersyarat, Fahri Hamzah Tetap Nyinyir: Sejak Awal Harusnya Dia Hidup di Lapas

2 min read

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyebut keberanian Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memilik menolak bebas bersyarat merupakan bentuk keberanian seorang narapidana menjalani hukuman di Lembaga Permasyarakatan (Lapas).

“Saya menyambut baik sikap seperti ini tetapi sebaiknya diletakkan pada keberanian untuk menjalani hukum seperti orang lain, yaitu di lembaga permasyarakatan atau di LP,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, (11/07/2018).

Fahri kembali menyinggung bahwa seharusnya pasca vonis hakim, Ahok sejatinya sudah seharusnya dipindahkan ke Lapas.

“Sikap dan pertanyaan publik kepada kasus Ahok adalah bukan pada soal dia mendapat hak bebas bersyarat, tetapi kenapa dia tidak menjalani hari-harinya sebagai mitra binaan itu di Lapas,” tanya Fahri.

“Karena itu yang penting soal bebas bersyarat itu menurut saya tidak akan menyelesaikan penasaran orang kepada yang bersangkutan sebab sejak awal itulah yang aneh terjadi,” lanjut Fahri.

Fahri juga menyinggung soal keadilan bagi setiap narapidana yang menjalani hukuman. Seharusnya kata Fahri, keadilan dapat benar-benar dirasakan jika hukum diterapkan setara, tanpa memandang status dan kedudukan.

“Rasa keadilan dalam masyarakat hanya bisa selesai oleh perlakukan yang sama di depan hukum,” tegas Fahri.

Sebelumnya, Ahok bisa segera menghirup udara bebas pada Agustus mendatang melalui pemberian Bebas Bersyarat. Tetapi Ahok memilih menolak pilihan tersebut dan ia ingin bebas murni atas hukuman penistaan agama yang dituduhkan kepadanya.