Connect with us

Politik

52 Anak Terlibat Aksi Rusuh 22 Mei, PSI: Prabowo Harus Bertanggung Jawab!

JARRAK.ID

Published

on

Aksi rusuh 22 Mei di Jakarta (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuding aksi provokasi yang dilakukan kubu Prabowo-Sandi mengakibatkab 53 anak terlibat aksi rusuh 22 Mei di Jakarta.

“Jadi tidak hanya demokrasi tetapi Pak Prabowo-Sandi juga merusak generasi masa depan Indonesia lewat pelibatan anak-anak dalam kerusuhan itu,” ujar Juru Bicara PSI, Dara Adinda Nasution di Jakarta, Rabu (29/05/2019).

Bukan hanya itu, 52 anak yang turut diamankan polisi juga berpotensi menjadi tersangka.

“Temuan lainnya mereka tenyata banyak yang diajak oleh guru ngaji. Jadi provokasi-provokasi yang dilakukan oleh Pak Prabowo dan Pak Sandi di dalam upaya menggerakan massa ini mengambil korban juga anak-anak,” ungkap Dara Adinda Nasution.

Kendati demikian, ia meminta agar anak-anak yang terlibat rusuh aksi 22 Mei direhabilitasi, demi masa depan mereka.

“Paling penting adalah menemukan siapa dalangnya, yang sampai mengajak guru ngaji, kemudian guru ngaji mengajak murid. Itu sebuah rantai yang panjang, penting untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab di balik ini semua,” tandas Dara Adinda Nasution.

Menurut Dara, tidak ada artinya lagi bangsa Indonesia berbicara bonus demografi jika generasi muda sudah dilibatkan dalam praktik-praktik kerusuhan seperti pada 21-22 Mei 2019.

“Kita selalu berbicara bahwa Indonesia akan punya bonus demografi. Indonesai akan jadi negara hebat dengan anak-anak mudanya tapi jika anak-anak muda itu yang di bawah umur bahkan sudah dilibatkan dalam praktik-praktik kerusuhan seperti ini, mau jadi apa Indonesia ini nantinya,” pungkas Dara Adinda Nasution.

Baca Juga:  Gerindra Klaim Isu Mahar Rp500 M dari Sandi Bikin Emak-Emak Simpati

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer