Connect with us

Daerah

220 Anggota Dewan Terjerat Kasus Korupsi, KPK Minta Masyarakat Hati-hati Pilih Caleg

JARRAK.ID

Published

on

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih caleg di Pemilu 2019 mendatang. Pasalnya saat ini sudah ada 220 anggota DPR dan DPRD yang diproses KPK terkait kasus korupsi.

“Lebih dari 145 orang anggota DPRD di seluruh Indonesia yang tersebar di 13 provinsi yang diproses dalam kasus korupsi. Totalnya kalau ditambah antara DPRD dan DPR lebih dari 220 orang yang sudah diproses,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, (13/09/2018).

Febri mencontohkan kasus korupsi berjemaah di DPRD Malang, dimana KPK menetapkan 41 dari 45 anggota DPRD. Peristiwa ini menurut Febri harus menjadi contoh bagi masyarakat agar betul-betul mengecek latar belakang caleg.

“Kami berharap, dalam konteks pencegahan, dan perwujudan politik yang bersih ke depan, dalam pemilu legislatif, ke depan aspek latar belakang dari caleg itu diperhatikan dan akan lebih baik jika orang-orang yang pernah terlibat kasus korupsi kemudian tidak disaring sejak awal dalam mekanisme proses pencalonan tersebut,” ucapnya.

Sebagai informasi, saat ini KPK tengah menangani dua kasus korupsi massal dengan tersangka dari sisi legislatif. Yaitu, kasus dugaan suap DPRD Malang dengan 22 orang tersangka di tingkat penyidikan. Jumlah itu merupakan bagian dari total 41 anggota DPRD Malang yang telah menjadi tersangka.

Kedua, ada kasus dugaan suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho kepada 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014. Jumlah itu merupakan bagian dari total 50 anggota DPRD Sumut periode tersebut yang telah diproses KPK.

Baca Juga:  Anies Resmi Cabut Izin 13 Pulau Reklamasi, PDIP Berang

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer